Author Topic: Cek Kiprok Rusak?  (Read 31538 times)

Offline JustinBrebet

  • Hansip
  • BigBoy
  • ******
  • Posts: 255
  • 496
Cek Kiprok Rusak?
« on: May 07, 2012, 06:00:13 PM »


Arus listrik yang dihasilkan sepul pengisian sepeda motor umumnya bertipe AC (bolak-balik). Arah dan besar tegangan selalu berubah mengikuti putaran magnet.
Cuma masalahnya pada sistem kelistrikan di motor yang menganut tegangan 12 volt DC dibutuhkan kiprok alias pengatur besar tegangan pengisian.
Guna mengubah arus AC jadi DC yang akan disuplai ke aki juga mencegah arus listrik di aki balik ke sepul pengisian.

Kiprok sendiri dipakai di motor yang masih pakai aki. Dimana aki jadi tumpuan utama semua kelistrikan motor. “Tapi begitu aki soak (tidak fit) atau sengaja dilepas, peranti kelistrikan motor jadi gampang rusak. Itu karena aki juga sebagai stabilizer tegangan. sebagai indikator, bohlam lampu sering putus ketika mesin berputar tinggi jika aki dilepas.

tetapi sering juga terjadi kerusakan sepul yang disalahkan adalah kiprok, rata2 buat bikers yang sudah gulung ulang sepulnya ini sering terjadi dimana tegangan sepul menjadi lebih besar (diatas 10A) ingat, tegangan berbeda dengan voltase dan umumnya tegangan puncak ini yang tidak dihitung oleh tukang gulung sepul, sebab tegangan tersebut dihasilkan saat rotasi mesin tinggi. kalau ini yang terjadi, ya disarankan untuk mengganti dengan sepul orisinil.

karena memang sebaiknya ganti kiprok harusnya musti diikuti dengan gulung ulang sepul. atau sebaliknya..kebanyakan, hasil gulungan ulang sepul adalah untuk memperbesar arus pengisian aki, hasilnya gak bakal awet. kecuali emang bener2 nemu ahli gulung sepul yg handal dan punya alat kalibrasi digital.

atau bisa juga akibat aki yang tidak bagus, gejalanya kiprok akan cepat panas, karena arus yang dihasilkan sepul tidak dapat dialirkan kedalam aki dan digunakan keseluruh bagian motor, akibatnya kiprok menjadi panas karena tegangan yang tidak tentu arah penyimpanannya.

kerusakan pada komponen ini sangat jarang terjadi, jadi WAJIB dicari dulu penyebab panas/kerusakan kiproknya baru anda memutuskan untuk menggantinya, karena jika penyakitnya tidak disembuhkan, akan terjadi berulang kali.

caranya mudah pastikan semua kabel dari kiprok tidak ada yang terbuka/korslet...


Biasanya,
1. Hitam (massa)
2. Kuning (sepul lampu depan)
3. Putih (Sepul pengisian)
4. Merah (aki)

gambar di atas adalah posisi soket dari regulator.

Perbedaan yang mendasar dari system pengisian yang menggunakan regulator pada sepeda motor Yamaha, Suzuki, dan Honda, adalah pada letak terminalnya.
Regulator ketiga jenis sepeda motor ini bisa masuk ke soket yang ada di sepeda motor, tetapi regulator tidak akan bekerja, karena terminalnya salah.
Berikut ini table perbedaannya :



Sebenernya prinsip rangkaian sitem pengisian untuk kesemua merek sepeda motor itu sama hanya saja bentuk dan warna kabelnya yang berbeda


berikut adalah tabel pengecekan kiprok untuk mengetahui kondisi kiprok anda (3kaki).



atau untuk 4 kaki bisa juga dengan cara konvensional untuk membaca besar tahanan (ohm) di kaki terminal-nya pakai multitester dengan range 1K ohm  yang di test di dua kaki sisi kanan regulator, akan terbaca arus searah tanda dioda bekerja.

Sementara 2 kaki sebelahnya akan terbaca jarum penunjuk multitester sebesar 50K ohm, meskipun dites bolak-balik.

Nah, kalau jarum bergerak ke kanan sampai mentok atau tidak bergerak sama sekali itu tandanya bahaya. Artinya regulator sudah rusak.

namun ada gejala-gejala yg bisa dirasakan saat kiprok rusak, diataranya

1. aki selalu tekor bahkan rusak tiba-tiba, meski aki baru diganti dan kondisi sepul normal.
2. lampu depan atau lampu panel speedometer sering putus.
3. saat putaran mesin dinaikkan, lampu sangat terang hingga akhirnya putus.

(c) BikersPit 2012