Author Topic: perbedaan dan cara pembuatan piston  (Read 1114 times)

Offline nopork

  • BigBoy
  • **
  • Posts: 124
  • 514
perbedaan dan cara pembuatan piston
« on: February 11, 2013, 06:26:30 PM »


Ada dua macam piston atau seher beredar di pasaran. Seher biasa disebut juga cast piston dan forging piston. Cast piston dipakai di motor lama. Diproduksi dari aluminium cair dimasukkan ke dalam cetakan.

Sedangkan piston forging dipakai di motor baru dan racing. Dibuat dari aluminium padat yang dibentuk dengan cara dipukul seperti bikin pedang. Berikut penjelasannya.

CAST PISTON (PISTON BIASA)

Cast piston atau piston biasa sesuai asal katanya cast yaitu pembentukannya dari aluminium yang dicairkan kemudian dituang ke dalam cetakan.

Bahan cetakan dari pasir khusus atau logam. Kemudian aluminium cair dituangkan secara gravity mengandalkan gaya gravitasi bumi atau proses penekanan.

Dari hasil cetakan bentuknya masih seperti kue apem yang kudu dilakukan proses pemesinan menggunakan mesin bubut atau CNC. Supaya hasilnya bisa menjadi piston sempurna.

Itu yang membuat piston biasa jadi kurang kuat. Karena sistem tuang hanya mengandalkan gravity. Hanya mengandalkan aliran dari aluminium cair akibat tertarik gaya gravitasi bumi. Atau kalaupun ada penekanan tapi tidak sekuat proses melalui pemukulan.

Makanya piston biasa dibikin tebal supaya tidak pecah. Efeknya bikin berat putaran mesin dan boros bensin.

FORGING PISTON

Piston forging bahan bakunya dari pipa aluminium padat yang dipotong-potong. Kemudian potongan pipa padat tadi dipanaskan tapi tidak sampai mencair. Dibentuk dengan cara ditempa atau dipukul seperti halnya bikin pedang.

Karena dibuat dengan cara dipukul, itu yang membuat piston forging jadi lebih kuat karena memang lebih padat. Bagian dari piston juga cukup dibuat tipis karena sudah kuat. Kelebihannya piston jadi enteng alias ringan. Juga permukaan yang bergesekan dengan boring jadi sedikit.

Kelebihan itu yang membuat piston forging dipakai di motor modern. Bikin putaran mesin enteng dan hemat bahan bakar. Pastinya lagi lebih tahan gesekan.

Seperti piston Yamaha Jupiter MX 135LC, V-Ixion dan Xeon. Makany juga pihak Yamaha berani kasih garansi 5 tahun. Boring dan piston dijamin tidak bakal oblak. Teknologi ini sebelumnya dipakai di moge Yamaha macam di R1 dan R6.

http://motorplus.otomotifnet.com

Sekarang Kita cermati cara membuatnya. Mulai dari Cast piston dulu ya!

Cast Piston



Bahan baku dari lempengan aluminium. Kalau di PT Federal Izumi Manufaturing diambil langsung dari Jepang. Makanya meski dibuat menggunakan proses casting tapi didukung bahan berkualitas. Agar hasilnya lebih kuat sesuai pesanan pabrikan motor. Bahan lempengan aluminium dipanaskan sampai mencair. Titik didihnya lumayan tinggi.





Aluminium cair kemudian dimasukkan ke dalam cetakan menggunakan cawan. Kalau di PT FIM proses cetak tidak hanya mengandalkan gravity, tapi juga dibarengi dengan tekanan. Supaya hasilnya kuat.

Hasil dari proses pencetakan bentuknya masih seperti kue apem yang perlu diproses machining dengan mesin bubut CNC. Proses pembentukan piston menggunakan mesin CNC sehingga sampai sempurna. Ukurannya sampai benar-benar presisi dari mulai lubang pen, lubang oli dan alur ring piston.





Hasil dari proses finishing cast piston. Badan piston masih lebar kuat namun jadi banyak bidang geseknya dengan dinding liner. Bentuknya masih tebal sehingga berat. Putaran mesin jadi terbebani.

Forging Piston

Bahan baku dari pipa padat alias dalamnya tidak bolong. Pipa-pipa ini kemudian dipotong-potong. Ukuran mendekati piston yang sudah jadi. Supaya tidak banyak membuang bahan baku. Hasil potongan pipa dipanaskan sampai benar-benar membara. Tapi tidak sampai mencair



Bahan piston membara didinginkan sebentar. Lalu dimasukkan ke cetakan dan dipukul agar bentuknya sebesar lubang cetakan. Pemukul juga dibentuk seperti pantat piston.Bentuk piston sehabis dipukul baru pantatnya saja yang terbentuk. Namun sudah kelihatan bagian lumayan tipis. Meski tipis tapi bisa kuat karena dipukul.





Tetap harus dilakukan proses finishing. Supaya bentuk dan ukurannya presisi. Proses finshing menggunakan alat permesinan macam mesin bubut CNC. Dibentuk juga lubang pen, ring piston dan lubang oli sepresisi mungkin



Hasil dari proses pembuatan. Bentuk piston forging serba tipis-tipis namun bisa kuat. Karena prosesnya aluminium padat yang dipukul atau tempa seperti bikin pedang. Bidang kontak dengan liner sedikit. Gesekannya ringan. Juga lebih enteng, sehingga putaran mesin lebih enteng.

Sudah paham kan,..??!!

gilamotor.com