Guest
Jangan Gadaikan Keselamatan Demi Mudik!
« on: July 20, 2013, 10:46:58 AM »


Otosia.com - Menjelang musim mudik Lebaran berbagai pihak tampak sibuk mengurusi persoalan yang satu ini. Para pemangku kepentingan (stake holder) terkait mencoba bersinergi membantu proses kelancaran mudik demi kenyamanan dan keamanan mereka yang pulang kampung.

Namun, bersamaan dengan ritual tahunan ini, angka kecelakaan yang melibatkan para pemudik setiap tahun cukup memperihatinkan. Faktor pengemudi memegang andil besar atas nasib para pengendara saat berlalu lintas jalan. Khusus bagi para pesepeda motor, kondisi letih, dehidrasi, dan mengangkut beban berlebih bisa memicu kecelakaan lalu lintas jalan.

Terdorong atas situasi itulah Road Safety Association (RSA)  melakukan aksi damai bertajuk 'Mudik Pulang Kampung, Bukan Masuk Rumah Sakit' itu. Dalam aksi ini RSA menurunkan puluhan relawan yang menghimbau masyarakat luas untuk lebih peduli keselamatan ketika menikmati libur Lebaran.

Selain itu mereka mengajak para pengguna jalan agar memiliki manajemen perjalanan mudik yang aman dan selamat. Para relawan membentangkan spanduk dan membagikan flyer berisi pesan keselamatan di jalan.

“Road Safety Association menyerukan agar kewaspadaan dan konsentrasi saat berkendara jangan pernah terganggu. Jangan menggadaikan keselamatan saat berkendara," ujar Edo Rusyanto, ketua umum RSA Indonesia, di sela aksi damai RSA di Jakarta, Jumat (19/7/).

Rencananya usai aksi damai, para relawan berkumpul untuk sharing road safety di Masjid Al Munawar, Perdatam, Pancoran, Jakarta Selatan. Dalam ajang berbagi yang diselingi buka puasa bersama, para relawan bertukar pikiran agar bisa saling menjaga keselamatan saat arus mudik dan balik Lebaran.

Pergerakan kendaraan pribadi dan sepeda motor dalam arus mudik kali ini ditaksir bakal meningkat. Untuk mobil pribadi diprediksi naik 6,17 persen menjadi sekitar 1,75 juta mobil. Sedangkan sepeda motor diperkirakan sekitar 3,2 juta kendaraan atau naikk sekitar 8,15 persen dibandingkan tahun 2012.

Catatan pemerintah memperlihatkan, pada 2012, korban tewas akibat kecelakaan di jalan rata-rata tiap hari 50-an jiwa. Ironisnya, keterlibatan sepeda motor mencapai sekitar 70 persen dari total kendaraan yang terlibat kecelakaan.

RSA adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang didirikan di Jakarta, pada 2009. LSM ini bergerak di bidang pemberdayaan publik agar lebih aman, nyaman, dan selamat saat berlalu lintas jalan. Pada 2013, RSA bersama puluhan LSM sejenis membentuk aliansi LSM global dari 80 negara di Turki. Kini, relawan RSA tersebar di berbagai kota di Indonesia.(kpl/nzr/abe)