Guest
Menghindari Kecelakaan Sepeda Motor
« on: May 10, 2012, 02:39:04 AM »
Sebagai pengendara sepeda motor, saya merasa miris juga jika mendengar berita kecelakaan sepeda motor, apalagi sampai menyebabkan cedera parah bahkan korban jiwa. Tanpa bermaksud mengesampingkan kelalaian pihak kepolisian yang dengan mudahnya menerbitkan Surat Izin Mengemudi (SIM) tanpa memperhatikan kesiapan mental dan pemahaman keselamatan berkendara pemilik SIM tersebut (SIM tembak -red), baiknya dianalisis apa saja yang menyebabkan kecelakaan dan menghindarinya, serta usaha untuk menghindari efek kecelakaan jika kita mengalami kecelakaan sepeda motor.

Kecelakaan dapat dihindari, apabila kita memiliki pemahaman mengenai safety riding (keselamatan berkendara) yang baik. Berdasarkan beberapa referensi yang pernah saya baca ditambah dengan pengalaman pribadi, saya dapat menyimpulkan beberapa poin yang harus dilakukan sebelum berkendara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat kita berkendara, diantaranya :

1. Kesiapan Diri

Tumbuhkan sugesti bahwa kecelakaan dapat terjadi dimana saja, baik itu dalam perjalanan jauh ataupun sangat dekat, seperti saat akan berbelanja ke minimarket di dekat rumah. Maka selalu persiapkan mental untuk menghadapi segala hal yang tidak diinginkan.

Sugesti kedua, adalah bahwa pengendara motor hanya “berdiri” diatas dua roda dengan bagian yang menjejak aspal hanya seluas kurang lebih 20×5 cm di tiap rodanya, seberapapun besar / lebar roda motor anda. Jadi, motor adalah kendaraan yang paling tidak stabil dan mudah jatuh diantara kendaraan lainnya, dan sangat mudah menyebabkan cedera fatal pada pengendaranya jika terjadi kecelakaan.

Sugesti selanjutnya, bahwa saat kita berkendara, kita akan bertemu dengan bis dan truk besar yang sulit disalip, kendaraan umum yang berkelakuan seenaknya, pengendara motor yang ugal-ugalan, pejalan kaki yang menyebrang sembarangan, yang semuanya dapat menyebabkan kecelakaan fatal. Maka siapkan diri dengan perlengkapan berkendara yang baik untuk menghindari cedera fatal, seperti menggunakan helm standar, sepatu, sarung tangan, dan jaket, serta pelindung tambahan jika diperlukan. Ingat bahwa sepeda motor merupakan kendaraan terbuka, yang artinya pengendara PASTI akan terjatuh dari sepeda motor dan menyentuh objek lain seperti aspal dan kendaraan lain saat terjadi kecelakaan.



2. Kesiapan Kendaraan

Produsen kendaraan mendesain sebuah sepeda motor, bagaimanapun bentuknya dan apapun jenisnya, selalu memperhatikan kelengkapan keselamatan berkendara, contohnya :

- Spion, merupakan alat bantu pengendara untuk melihat kondisi lalu lintas di belakang badan pengendara.

- Lampu sein, ditandai dengan warna kuning, merupakan perangkat komunikasi pengendara sepeda motor dengan pengguna jalan lainnya, yaitu memberitahukan bahwa kita akan berbelok arah.

- Lampu rem, ditandai dengan warna merah, merupakan perangkat komunikasi pengendara sepeda motor dengan pengguna jalan lainnya, yaitu memberitahukan bahwa kita melakukan pengereman dan memperlambat laju sepeda motor, maka pengendara dibelakang harus berhati-hati. Adapun didalam lampu rem termasuk lampu kota, untuk menandakan keberadaan sepeda motor pada waktu malam hari agar terlihat dari belakang.

- klakson, ditandai dengan suara pada tingkat desibel tertentu, berfungsi sebagai alat komunikasi dengan pengendara lain agar mereka mengetahui keberadaan pengendara saat kita akan menyalip, berbelok, dan lain-lain.

- Lampu utama / lampu depan, selain berfungsi untuk penerangan di malam hari, penggunaan lampu utama di siang hari dapat membuat pengguna jalan lain lebih meningkatkan kewaspadaan akan keberadaan sepeda motor. Selama tidak ada perubahan spesifikasi (modifikasi), maka lampu utama aman digunakan terus menerus, siang dan malam hari.

Pahami fungsi dari setiap komponen diatas, dan perannya untuk mengurangi resiko kecelakaan. Selalu perhatikan komponen-komponen diatas, sekalipun sepeda motor anda mengalami perubahan dan modifikasi. Akan menjadi percuma, jika sepeda motor terlihat keren tetapi berpotensi besar menimbulkan kecelakaan?



3. Pemahaman Lingkungan

Perhatikan setiap detil keadaan di lingkungan sekitar area kita berkendara, seperti kondisi jalan, pengguna jalan lain, keramaian di sekitar jalan, dan lain-lain. semakin banyak anda mendapat informasi, semakin banyak referensi untuk menyesuaikan perilaku berkendara. Misalnya dalam menghadapi kondisi jalan rusak, pasar tumpah, tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kemacetan parah dan lain-lain, maka kita dapat menyiapkan mental dan menyesuaikan perilaku berkendara. Tapi, perlu diingat agar jangan over-convidence, contohnya saat menemui jalan yang mulus dan kosong pengendara cenderung ngebut dan kurang memperhatikan kondisi di sekitarnya. Hal ini juga dapat menimbulkan kecelakaan apabila terjadi hal-hal yang tidak kita prediksi, seperti ban bocor, hewan menyebrang, pengguna jalan lain yang tidak berhati-hati, dan lain-lain.



4. Persiapan dan Perilaku berkendara

Jika sudah memahami beberapa poin diatas, maka saat kita akan mulai berkendara selalu lakukan hal berikut :

a. perhatikan perlengkapan berkendara, helm sudah diklik, sepatu terpakai dengan baik (jika ada tali sepatu, amankan agar tidak tersangkut), jaket tertutup dengan baik, tas tidak mengganggu manuver berkendara, dan lain-lain.

b. perhatikan kondisi kendaraan, kelengkapan dan kondisi perlengkapan sepeda motor seperti rem, sein, spion,lampu dapat berfungsi dengan baik. Luangkan waktu untuk memperbaiki bagian yang tidak berfungsi dengan baik.

c. berdoa sebelum berkendara.

Ketika sepeda motor sudah melaju di jalan, ingat bahwa anda tidak berkendara sendirian, tapi juga bersama pengguna jalan lain. Selalu perhatikan :

a. fokus pada kondisi jalanan. Hindari mengunakan alat komunikasi atau mengobrol dengan boncenger yang dapa membuyarkan fokus kita pada kondisi jalanan.

b. pahami kemampuan berkendara diri sendiri dan kondisi kendaraan. Perhitungkan kemampuan untuk menyalip apakah kita mampu dan apakah tenaga motor mencukupi untuk menyalip, apakah anda membuat risih pengendara lain karena berkendara tidak semestinya (berjalan pelan di jalur cepat atau sebaliknya), dan lain-lain

c. pahami kondisi fisik dan mental. Hanya diri kita sendiri yang mengetahui kondisi fisik dan mental kita, saat lelah, emosi, sedih dan lain-lain, usahakan agar tidak mempengaruhi perilaku berkendara. Lebih baik beristirahat sejenak untuk menenenangkan diri daripada berkendara dalam kondisi yang tidak memungkinkan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Safety Riding, Enjoy Riding.



sumber >> http://mochyuga.wordpress.com/2010/08/13/tips-menghindari-kecelakaan-sepeda-motor/

Offline tomcat

*
  • **
  • 181
Tips Aman Bersepeda Motor
« Reply #1 on: May 11, 2012, 01:17:57 AM »
Sebagai pengendara sepeda motor, yang perlu kita perhatikan di jalan, agar mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas antara lain:

1. TETAP BERJALAN DI JALURNYA:
Banyak ditemui gerakan sepeda motor yang seakan mengambil jalur lain saat mendahului, seperti pada gambar di atas. Hal ini cukup berbahaya, karena mobil di belakangnya juga bergerak maju. Bukan tidak mungkin pengemudi mobil tidak melihat motor tersebut dan memacu kendaraannya lebih cepat dari motor.
Akibatnya motor akan tertabrak (terdorong) mobil di belakangnya. Ini yang banyak tidak disadari oleh pengendara motor. Untuk pengendara mobil, gerakan motor seperti di atas sering mengejutkan.

SARAN:
* Sebaiknya jangan pernah mengandalkan pengendara lain bisa mengantisipasi gerakan kita.
* Belum tentu pengendara lain melihat, peduli atau mempunyai reaksi/refleks yang baik atas gerakan kita.
* Tetaplah mengendarakan motor di jalur yang baik, tidak memotong jalur kendaraan lain.

2. SABAR SAAT MEMOTONG JALUR:
Saat berbelok memotong jalur, sering terjadi motor memotong jalur mobil yang juga sedang berbelok.
Akibatnya, motor tertabrak oleh mobil. Kegiatan memotong jalur tersebut sangat berbahaya khususnya jika kebetulan yang dipotong jalurnya tersebut adalah kendaraan yang tinggi (truk, tronton, bus, dsb), karena motor tidak terlihat oleh si pengemudi.

SARAN:
* Sabarlah untuk memberi kesempatan pada kendaraan yang lebih besar menyelesaikan kegiatan beloknya.
* Sebaiknya jangan pernah mengandalkan pengemudi mobil/bus/truk melihat keberadaan kita.

3. TIDAK MENYALIP DARI SISI DALAM TIKUNGAN:
Di tempat putar balik (U-Turn) maupun di belokan, sebaiknya motor tidak menyusul dari sisi dalam, saat ada kendaraan lain (mobil/bus/truk) sedang memutar balik.
Akibatnya, motor akan terjepit oleh trotoar atau pembatas jalan.

SARAN:
* Sebaiknya jangan mengandalkan pengendara lain melihat keberadaan kita saat berbelok, karena pengendara lain akan memperhatikan kendaraan lain dari arah lain.
* Menyusul dari sisi dalam tikungan / U-Turn, sangat berbahaya.

Untuk alasan keselamatan di jalan, sebaiknya:

1. Jangan menganggap orang lain melihat keberadaan kita:
Kita perlu ingat bahwa sudut pandang tiap kendaraan berbeda-beda, banyak sekali blind spot yang sering menimbulkan terjadinya kecelakaan.

2. Jangan menganggap orang lain memiliki kemampuan mengemudi yang baik:
Tidak semua pengendara mobil memiliki skill yang baik dalam mengemudi, banyak juga pengemudi baru yang belum banyak memiliki pengalaman di jalan. Kurangnya pengetahuan skill maupun etika mempengaruhi gaya mengemudi mereka.

3. Jangan menganggap orang lain memiliki reaksi / refleks yang baik dari gerakan/aksi kita:
Usia, jenis kelamin, tingkat emosi, kesehatan dan sebagainya sangat berpengaruh terhadap reaksi atas suatu kejadian di jalan, ini juga sering menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

4. Jangan menganggap orang lain mau mengalah untuk kita:
Mulailah dari diri kita sendiri untuk mencoba mengalah, memberi jalan, memberi kesempatan bagi kendaraan lain.

5. Jangan menganggap kendaraan lain dalam kondisi yang baik:
Kondisi rem, Steer, Stang, dsb, seringkali menjadi faktor penyebab kecelakaan apabila bermasalah.