Guest
Teknik Mengerem dan Riding Posture Sepeda Motor
« on: April 16, 2012, 09:13:52 PM »


Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa saat ini kendaraan bermotor yang sering kita jumpai di jalan raya adalah sepeda motor.Kenyataannya sepeda motor memang memiliki kelebihan dibandingkan dengan kendaraan lainnya antara lain sifatnya yang praktis digunakan dikala macet, biaya perawatan yang relatif kecil dan biaya kepemilikannya yang relatif rendah. Di samping kemudahan dan kepraktisannya, mengendarai sepeda motor ternyata menyimpan risiko yang tidak kecil. Tingkat kemudahan dan kepraktisan mengendarai sepeda motor secara tidak sadar menutupi risiko-risiko yang mampu ditimbulkannya terutama jika pengendara sepeda motor tidak menyadari dan tidak mau peduli akan pentingnya berkendara dengan aman. Disini akan saya tampilkan beberapa tips yang akan membuat kita lebih aman atau lebih tepat dalam bermotor.

1. Teknik Mengerem
Pada sepeda motor kita mengenal rem depan dan rem belakang. Paling efektif untuk menghentikan laju kendaraan adalah rem depan. Artinya apabila teknik pengereman telah dikuasai dengan baik, maka jarak pengereman paling pendek akan diperoleh apabila mengaplikasikan rem depan. Rem belakang hanya digunakan sebagai penyeimbang. Dalam kondisi latihan biasanya kita atur segalanya adalah ideal dan dilakukan secara berulang, hal ini semata-mata untuk mengasah kemampuan kita dalam menguasai teknik dasar pengereman. Pada saat berkendara di jalan raya penting untuk kita memperhatikan hal-hal lain yang tidak akan kita jumpai seperti pada saat latihan, misalnya : kondisi jalan yang tidak rata, berpasir, basah, dan sebagainya.Dalam latihan, bisa dicoba beberapa pengereman; pengereman dengan menggunakan rem belakang saja, kemudian rem depan saja, dan terakhir cobalah dengan teknik pengereman yang benar dengan menggunakan kedua rem. Dengan kondisi yang ideal cobalah untuk merasakan dan membandingkan jarak pengereman yang dihasilkan.

rem motor
[spoiler]
[/spoiler]


Urut-urutan dalam proses pengereman (dengan Sepeda Motor type sport) yang penting untuk dilatih (sampai dengan sepeda motor berhenti) :

1. Melajulah dengan kecepatan tertentu. Untuk awal, 40 km/jam cukup untuk kita bisa melatih teknik dasar pengereman. Gunakan gigi 4 ke atas.

2. Pada saat kita putuskan untuk mengerem, hal pertama yang harus kita lakukan adalah melepaskan putaran gas (deselerasi). Posisi tangan saat ini adalah menggenggam penuh grip gas (tidak ada jari yang standby pada tuas rem depan).

3. Kemudian langkah berikutnya adalah tangan menarik tuas rem depan dengan cara diremas (seperti bersalaman) dan pada saat yang bersamaan kaki kanan memijak rem belakang sebagai penyeimbang. Pastikan posisi sepeda motor tegak (tidak miring) sehingga resiko tergelincir/terpeleset tidak terjadi.

4. Tepat saat sepeda motor akan berhenti, tarik tuas kopling sehingga mesin tidak mati dan turunkan kaki kiri saat berhenti.

5. Dalam latihan tidak disarankan menggunakan engine brake, semata-mata untuk melatih diri dalam penguasaan teknik dasar pengereman.

6. Langkah tersebut dilakukan secara berulang sampai benar-benar dikuasai.

7. Sebagai evaluasi, dengan teknik pengereman yang benar maka dapat dilakukan pengukuran jarak pengereman (dengan memberikan marking sebagai penanda jarak di sepanjang lintasan pengereman).

8. Setelah evaluasi diperoleh, selanjutnya latihan dapat dilanjutkan dengan menambah kecepatan sesuai kemampuan, misal: 60 km/jam.


2. Riding Posture
Riding posture berfungsi menjaga keseimbangan dan kenyamanan dalam berkendara. Mengerem yang benar tidak bikin motor ngepot. Ini pengaruh dari riding posture. Begitu juga saat melakukan manuver atau berbelok. Menurut chief instruktur safety riding PT AHM, Anggono Iriawan, ada 7 (tujuh) riding posture yang mesti diketahui. Yakni :
[spoiler]
1. Mata
2. Pundak,
3. Siku,
4. Tangan,
5. Pinggul,
6. Lutut,
7. Kaki

Masing-masing memiliki fungsi sendiri. Mata, fungsinya untuk melihat. ”Pandangan mesti jauh. Agar jarak pandang lebih luas. Juga memudahkan dalam antisipasi jika ada obyek lainnya yang mengganggu” jelas Anggono. Pada motor tipe sport, posisi lutut idealnya mengempit tangki. ”Saat cornering alias berbelok, posisi begini akan memudahkan,” beber AIR panggilan akrabnya. Pijakan rem dan perseneling herus tegak lurus dengan kaki. Ini untuk antisipasi, ketika terjadi pengereman mendadak. Dengan begitu pengendara bisa langsung injak tuas. (Mplus-Surya)[/spoiler]


The Best Riding Position
a. Standard
Posisi standar adalah yang paling netral. Tubuh tegak. Kepala dan mata, melihat tegak lurus kedepan. Tangan di luruskan dan diperpanjang supaya nyaman, tetapi tidak terlalu diperpanjang. Posisi harus santai . Sisanya lutut menempel tangki dan juga membungkuk pada ketinggian yang sedikit lebih rendah dari pinggul. kaki menempel di pijakan di sudut 90 derajat.
[spoiler][/spoiler]


b. Sport
Posisi sport mengharuskan pengendara berposisi naik ke depan dan ramping. Kepala pengendara maju kedepan, dengan kepala dan mata melihat lurus kedepan. Perut ditempelkan pada tangki, sedangkan otot punggung dan kaki menopang berat tubuh bagian atas. Lengan harus santai dan siku membengkok. Lutut juga menekuk dan ditempel pada tangki, dengan kaki bertumpu pada pijakan kakai, lutut lebih terlihat maju.
[spoiler][/spoiler]


c. Cruiser
Cruising postur merupakan postur populer, dan mudah dimengerti sebaga postur yang santai dan memberikan ekstensi yang lebih besar untuk kaki. Posisi kaki bahkan dapat divariasikan/disesuaikan dengan santai pada Pijakan. Namun, pengendara akan merasa sulit untuk berdiri . Posisi duduk pada tempat atau jok yang paling rendah dengan santai, Dengan sikap ini dapat memberikan pijakan yang datar dan nyaman.
[spoiler][/spoiler]



3. Riding Posture Berboncengan
Untuk para wanita, perhatikan posisi Anda saat membonceng.
Ini merupakan postur berboncengan yang benar. Yang perlu diperhatikan adalah :
[spoiler]

1. Arah beban antara pengendara dan pembonceng adalah sama, dengan cara tangan memegang pinggul dan kaki menutup, sehingga pengendalian akan lebih mudah dan lebih stabil. Hal ini berbeda saat pembonceng duduk dengan posisi menyamping.
2. Pembonceng menggunakan riding gear yang sama dengan pengendara karena memiliki potensi yang sama apabila terjadi kecelakaan.[/spoiler]



>> kaskus womenridersnow
« Last Edit: April 16, 2012, 09:37:21 PM by porncow »

Offline BOT

*
  • Hansip Leader
  • ******
  • 10.045
Re: Teknik Mengerem dan Riding Posture Sepeda Motor
« Reply #1 on: April 16, 2012, 09:31:03 PM »
wah ane baru tau nih. maklum ane dpt sim bole nembak ;)